KOMPETENSI DASAR
3.10
Menganalisis sistem ekskresi pada manusia
dan memahami gangguan pada sistem ekskresi
serta upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi
A. DEFINISI SISTEM EKSKRESI
Sistem ekskresi adalah sistem yang
melakukan tugas untuk membuang zat
sisa metabolisme yang tidak berguna lagi
bagi tubuh.
Ekskresi merupakan proses pengeluaran
zat-zat sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh.
Sistem ekskresi yang ada di tubuh manusia meliputi:
paru-paru, kulit, hati, ginjal dan kolon (usus tebal).
Kolon (usus tebal) jarang dibahas di SMP
sebagai organ ekskresi.
1. Paru-paru (jamak: Pulmones, tunggal:
Pulmo atau paru) berfungsi mengeluarkan
uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2).
2. Kulit (integumen = kutis) berfungsi menge-
luarkan garam-garam mineral dan minyak.
3. Hati (hepar) berfungsi mengeluarkan
empedu (bile atau bilus).
4. Ginjal (ren) berfungsi mengeluarkan air
berupa urine (air kencing), yang di dalam-
nya terdapa garam-garam mineral dan se-
nyawa nitrogen.
5. Usus Tebal (usus besar) berfungsi mengeluar-
kan logam berat Fe (besi) dan Ca (kalsium).
B. PARU-PARU
Pembahasan tentang paru-paru
sudah dibahas saat memelajari sistem
pernapasan pada manusia.
Paru-paru merupakan organ per-
napasan sekaligus pula organ ekskresi.
Apakah sisa hasil metabolisme paru-paru?
Perhatikan reaksi proses pernapasan
berikut!
C6H12O6 (Glukosa) diok-
sidasi oleh gas O2
(oksigen) terjadi melalui
fase inspirasi (menghirup
udara atau mengambil
oksigen) dan paru-paru
kemudian mengekskresi-
kan melaui fase ekspirasi
((melepaskan udara atau
mengeluarkan gas CO2
(karbon dioksida))
bersama uap H2O
(uap air) melalui rongga
hidung.
Paru kiri hanya memiliki 2 gelambir atau
lobus = belahan. Paru kanan ada 3 lobus.
C. KULIT
Selain berfungsi mengeluarkan
garam-garam mineral dan minyak,
fungsi kulit yang lain adalah untuk:
mengatur suhu tubuh, menyimpan
kelebihan lemak dan sebagai indera
peraba.
Hati adalah organ pencernaan
sekaligus pula organ ekskresi.
Nama lain hati adalah hepar.
Hati memiliki 2 gelambir atau
lobus = belahan, yaitu lobus kiri dan
lobus kanan.
Di dalam perannya sebagai organ
ekskresi, hati (hepar) berfungsi menge-
luakan empedu (bile atau bilus).
Fungsi lainnya di luar sistem ekskresi
adalah:
- sebagai organ pencernaan, yaitu
membantu enzim lipase dalam meng-
hidroisis (memecah) lemak (lipid)
menjadi asam lemak dan gliserol.
- menyimpan kelebihan gula menjadi
glikogen
- mengatur kadar gula darah
- menetralkan racun
- tampat pembentukan protrombin
dan fibrinogen
- tempat pembentukan urea
= CO(NH 2)2
- menghasilkan enzim arginase, yaitu
enzim metabolisme arginin menjadi
ornitin dan urea
- mengubah provitamin A menjadi
vitamin A
- tempat pembentukan protein
- tempat pembentukan eritrosit
Massa hati orang dewasa
kira-kira 2 kg.
Ginjal adalah organ yang terletak
di dalam rongga badan, di kiri-kanan
ruas-ruas pinggang dan di bawah hati.
Ginjal kiri letaknya lebih tinggi dari-
pada ginjal kanan. Sebab ginjal kanan
tertekan oleh hati di atasnya.
Massa sebuah ginjal antara 120 - 200
gram atau 0,12 - 0,20 kg. Ginjal laki-laki
umumnya lebih besar massanya daripada
ginjal perempuan.
Ginjal (ren) berfungsi mengeluarkan
air berupa urine (air kencing), yang
di dalamnya terdapat garam-garam
mineral dan senyawa nitrogen.
Selain itu fungsi ginjal adalah untuk
memertahankan tekanan osmosis
cairan ekstraseluler dan memertahan-
kan keseimbangan asam-basa tubuh.
Lapisan ginjal ada 2, yaitu:
1. Korteks (kulit ginjal), merupakan
lapisan yang mengandungjutaan
nefron untuk menyaring darah.
- Terdapat banyak pembuluh darah
kapiler yang bergumpal disebut
glomerulus.
- Setiap glomerulus dikelilingi oleh
simpai Bowman (kapsula Bowman).
- Bentuk simpai Bowman seperti
cawan berdinding tebal
- Gabungan glomerulus dan simpai
Bowman dinamakan badan Malpighi.
2. Medula (sumsum ginjal), merupakan
lapisan yang terdiri atas piramid-
piramid.
- Piramid (badan berbentuk kerucut)
berisi banyak tubulus kolektivus
(pembuluh/saluran pengumpul).
- Tubulus kolektifus bermuara pada
pelvis renalis (rongga ginjal).
F. USUS TEBAL (USUS BESAR)
Usus tebal terletak setelah usus halus.
Bagian awal usus besar adalah sekum (usus
buntu. Setelah usus buntu ada kolon.
Kolon adalah bagian yang paling panjang
dari usus besar.
Nama biologi usus besar adalah
intestinum crassum.
Fungsi usus besar sebagai organ ekskresi
adalah mengeluarkan logam berat Fe
(besi) dan Ca (kalsium).
Fungsi lainnya antara lain:
- pencernaan selulosa dengan bantuan
bakteri menghasilkan vitamin B kom-
pleks dan vitamin K.
- pembusukan ampas makanan oleh
bakteri.
- penyerapan (absorbsi) air dari
feses (tinja).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar